Menggabungkan HDR dan Global Shutter dalam Modul Kamera: Masa Depan Pencitraan Rentang Dinamis Tinggi dan Kecepatan Tinggi

Dibuat pada 2025.12.01
Dalam dunia teknologi pencitraan yang berkembang pesat, dua fitur telah muncul sebagai pengubah permainan untuk aplikasi profesional dan industri: Rentang Dinamis Tinggi (HDR) dan Tirai Global. Sementara masing-masing teknologi memberikan keuntungan yang berbeda secara terpisah, integrasi mereka dalam modernmodul kameramengubah cara kita menangkap adegan yang bergerak cepat dalam kondisi pencahayaan yang menantang. Dari Sistem Transportasi Cerdas (ITS) yang melacak kendaraan yang melaju kencang hingga robot industri yang menavigasi lingkungan yang dinamis, sinergi HDR dan Global Shutter sedang menyelesaikan masalah pencitraan yang telah lama ada dan membuka kemungkinan baru.

Perang Teknologi: Mengapa Menggabungkan HDR dan Global Shutter Itu Penting

Untuk memahami signifikansi dari integrasi ini, kita pertama-tama perlu membahas keterbatasan solusi pencitraan tradisional. Sensor Rolling Shutter, standar industri selama beberapa dekade, menangkap gambar baris demi baris, yang mengakibatkan distorsi gerakan (sering disebut sebagai "efek jello") saat memotret objek yang bergerak cepat. Teknologi Global Shutter menghilangkan masalah ini dengan mengekspos semua piksel secara bersamaan, memastikan hasil tangkapan yang tajam dan bebas distorsi bahkan pada frame rate tinggi. Namun, Global Shutter secara historis mengalami kesulitan dengan rentang dinamis—kritis untuk adegan dengan kontras cahaya ekstrem, seperti jalan raya yang cerah saat senja atau lantai pabrik dengan lampu overhead yang terang dan sudut yang terbayang.
HDR, di sisi lain, unggul dalam menyeimbangkan area terang dan gelap dengan menggabungkan beberapa eksposur. Namun, implementasi HDR tradisional bergantung pada pengambilan gambar secara berurutan, yang gagal ketika subjek bergerak. Ini menciptakan paradoks teknis: pilih Global Shutter untuk kecepatan dan akurasi, atau HDR untuk pencitraan kaya detail—tetapi tidak pernah keduanya. Kemajuan terbaru dalam desain sensor akhirnya telah menjembatani kesenjangan ini, memungkinkan modul kamera yang memberikan yang terbaik dari kedua dunia.

Memecahkan Hambatan: Inovasi Teknologi Kunci

Integrasi HDR dan Global Shutter dimungkinkan oleh tiga inovasi inti dalam teknologi sensor: arsitektur dual-gain, desain piksel yang canggih, dan pemrosesan data waktu nyata. Mari kita eksplorasi bagaimana produsen terkemuka menerapkan terobosan ini:

1. Dual-Gain HDR: Dasar dari Pengambilan Gambar Secara Bersamaan

Di jantung integrasi HDR-Global Shutter modern terletak teknologi dual-gain. Sensor seperti SC935HGS dan SC136HGS dari SmartSens menggunakan teknologi PixGain dan ColGain HDR® untuk menangkap dua tingkat eksposur yang berbeda dalam satu bingkai. Ini menghilangkan kebutuhan untuk pengambilan gambar secara berurutan, memungkinkan eksposur piksel simultan Global Shutter bekerja selaras dengan peningkatan rentang dinamis HDR. Misalnya, dalam kondisi terang, sensor menggunakan gain konversi rendah untuk mencegah overexposure, sementara beralih ke gain konversi tinggi dalam cahaya rendah untuk mengurangi noise dan mempertahankan detail bayangan.
Arsitektur Pregius S™ dari Sony membawa ini lebih jauh dengan menggabungkan piksel yang diterangi dari belakang dengan struktur bertumpuk, mencapai rentang dinamis 70dB bahkan dalam sensor industri berkecepatan tinggi seperti IMX927 (105MP pada 100fps). Pendekatan dual-gain ini memastikan bahwa objek yang bergerak cepat—baik mobil yang melaju kencang atau lengan robot—ditangkap tanpa distorsi dan dengan detail penuh baik dalam sorotan terang maupun bayangan gelap.

2. Optimisasi Piksel untuk Sensitivitas Cahaya dan Kecepatan

Sensor rana global secara tradisional mengorbankan ukuran piksel untuk mengakomodasi sel memori, mengurangi sensitivitas cahaya. Desain modern mengatasi hal ini dengan struktur piksel yang inovatif:
• Teknologi Penyebaran Belakang (BST): Sensor ISOCELL Vizion milik Samsung menggunakan BST untuk meningkatkan efisiensi kuantum (QE) dengan meminimalkan kehilangan cahaya, mencapai gambar yang lebih jelas dalam kondisi cahaya rendah sambil mempertahankan kinerja Global Shutter.
• Ukuran Piksel Besar: Gpixel’s GMAX4416 memiliki piksel 4.4μm—ukuran yang tidak biasa besar untuk sensor Global Shutter—menyediakan 71% QE pada 530nm dan rentang dinamis 73.9dB dalam mode HDR dual-gain. Ini menjadikannya ideal untuk aplikasi ilmiah dan industri di mana kecepatan dan kinerja dalam cahaya rendah sangat penting.
• Peningkatan Near-Infrared: Teknologi Lightbox IR® dari SmartSens meningkatkan sensitivitas dalam spektrum NIR (hingga 33% pada 850nm), memperluas kemampuan HDR-Global Shutter untuk aplikasi penglihatan malam seperti ITS dan pemantauan keamanan.

3. Pengolahan Data Berkecepatan Tinggi dan Manajemen Termal

Mengintegrasikan HDR dan Global Shutter menghasilkan sejumlah besar data, memerlukan pemrosesan dan kontrol termal yang canggih. Seri IMX927 Sony menangani ini dengan kecepatan transfer data 100Gbps, memungkinkan pemrosesan HDR waktu nyata untuk inspeksi optik otomatis (AOI) dalam manufaktur semikonduktor. Sensor SmartSens mengatasi masalah termal dengan optimasi suhu tinggi—SC935HGS-nya mengurangi bayangan sebesar 83% pada 80°C, menghilangkan distorsi tepi ungu yang umum terjadi di lingkungan ITS suhu tinggi.

Aplikasi Dunia Nyata: Di Mana HDR-Global Shutter Bersinar

Kombinasi HDR dan Global Shutter sedang mengubah tiga industri kunci, dengan manfaat nyata bagi produsen dan pengguna akhir:

1. Sistem Transportasi Cerdas (ITS)

Kamera ITS menghadapi tantangan terbesar: menangkap kendaraan yang bergerak cepat (hingga 120 km/jam) dalam pencahayaan yang bervariasi (matahari terbit, matahari terbenam, malam). Sensor SmartSens SC935HGS (9MP) dan SC635HGS (6MP) memberikan pengambilan gambar 65fps dengan mode Zone HDR dan ColGain HDR®, memastikan plat nomor dapat dibaca bahkan ketika mobil bergerak melalui sinar matahari yang terang dan terowongan yang gelap. Efisiensi rana sensor yang meningkat 9x (PLS>98000) menghilangkan blur gerakan pada kendaraan berwarna putih dan plat nomor reflektif—sebelumnya merupakan titik masalah utama untuk sistem manajemen lalu lintas.

2. Otomasi Industri dan Robotika

AGVs (Kendaraan Panduan Otomatis) dan kamera industri memerlukan pencitraan yang tepat dan cepat untuk menavigasi dan memeriksa produk. SmartSens’s SC136HGS (1.3MP) menggunakan ukuran target besar 1/2.7" dan Global Shutter untuk menangkap gambar sudut lebar yang bebas distorsi dari rintangan, sementara mode HDR-nya menangani pencahayaan keras di lantai pabrik (LED overhead yang terang, sudut yang terbayang). Sony’s IMX947 (26MP) membawa ini ke tingkat berikutnya dengan pengambilan 100fps, memungkinkan sistem AOI 3D untuk mendeteksi cacat skala 1μm pada wafer semikonduktor yang bergerak.

3. Fotografi dan Sinematografi Profesional

Kamera Sony Alpha 9 III, yang ditenagai oleh sensor Global Shutter dengan kemampuan HDR, telah mendefinisikan ulang fotografi olahraga dan aksi. Kamera ini menangkap 120fps dengan 14-bit RAW HDR, menghilangkan efek jello dan memungkinkan sinkronisasi flash 1/80.000 detik—sempurna untuk membekukan subjek yang bergerak cepat seperti atlet atau burung terbang dalam pencahayaan yang menantang. Pengembangan berkelanjutan Canon terhadap dual in-pixel memory HDR lebih lanjut menjanjikan untuk menghilangkan shutter mekanis sepenuhnya, mengurangi ukuran kamera sambil meningkatkan kinerja HDR-Global Shutter untuk aplikasi sinema.

Tren Pasar dan Prospek Masa Depan

Permintaan untuk teknologi HDR diproyeksikan tumbuh dari 21,7 miliar pada tahun 2024 menjadi 99,8 miliar pada tahun 2032, yang sebagian besar didorong oleh otomatisasi industri dan inisiatif kota pintar. Dalam tren ini, integrasi HDR-Global Shutter muncul sebagai pembeda yang krusial:
• Pengurangan Biaya: Seiring dengan skala produksi (misalnya, rencana produksi massal SmartSens untuk SC935HGS/SC635HGS pada Q2 2025), premi harga 30-50% untuk sensor Global Shutter diharapkan akan menyusut, membuat modul HDR-Global Shutter dapat diakses untuk aplikasi kelas menengah.
• Resolusi Lebih Tinggi: IMX927 105MP dari Sony dan GMAX4416 4K dari Gpixel menunjukkan bahwa HDR-Global Shutter tidak lagi terbatas pada sensor resolusi rendah—kami mengharapkan model 200MP+ pada tahun 2027.
• Integrasi AI: Modul masa depan akan menggabungkan HDR-Global Shutter dengan pemrosesan AI pada sensor, memungkinkan optimasi adegan secara real-time (misalnya, pemilihan mode HDR otomatis untuk kamera ITS) dan mengurangi latensi untuk aplikasi kritis seperti kendaraan otonom.

Kesimpulan: Standar Baru dalam Pencitraan

Menggabungkan HDR dan Global Shutter dalam modul kamera bukan hanya peningkatan teknis—ini adalah perubahan paradigma. Dengan menyelesaikan konflik yang telah lama ada antara kecepatan, akurasi, dan rentang dinamis, integrasi ini memungkinkan aplikasi yang dulunya tidak mungkin: dari sistem ITS 24/7 yang tidak pernah melewatkan plat nomor hingga robot industri yang dapat melihat dengan jelas dalam pencahayaan apa pun. Saat produsen seperti SmartSens, Sony, dan Samsung terus berinovasi, HDR-Global Shutter akan menjadi standar baru untuk pencitraan profesional dan industri, mendorong efisiensi, keselamatan, dan kreativitas di berbagai industri.
Bagi para insinyur dan desainer produk, pesannya jelas: masa depan modul kamera terletak pada sinergi, bukan kompromi. Dengan memilih sensor yang mengintegrasikan HDR dan Global Shutter, Anda tidak hanya membangun kamera yang lebih baik—Anda sedang membangun sistem yang lebih cerdas dan lebih andal yang berkembang di lingkungan yang paling menuntut.
Teknologi HDR, Pengatup Global, Sistem Transportasi Cerdas
Kontak
Tinggalkan informasi Anda dan kami akan menghubungi Anda.

Tentang kami

Dukungan

+8618520876676

+8613603070842

Berita

leo@aiusbcam.com

vicky@aiusbcam.com

WhatsApp
WeChat