Dalam era komputasi tepi dan pencitraan berkecepatan tinggi, mengintegrasikan MIPI (Antarmuka Prosesor Industri Seluler)modul kameradengan papan FPGA (Field-Programmable Gate Array) telah menjadi dasar untuk aplikasi seperti visi mesin industri, kendaraan otonom, dan pengawasan cerdas. Bandwidth tinggi MIPI, konsumsi daya rendah, dan protokol standar (seperti CSI-2) melengkapi kemampuan pemrosesan paralel FPGA, memungkinkan pengambilan dan pemrosesan data gambar secara real-time. Namun, insinyur sering menghadapi tantangan seperti sinkronisasi sinyal, kompatibilitas protokol, dan optimisasi latensi selama integrasi. Panduan ini memberikan pendekatan baru yang tidak bergantung pada vendor untuk memperlancar proses—menggabungkan praktik terbaik perangkat keras, konfigurasi inti IP, dan teknik pemecahan masalah yang canggih. 1. Pemahaman Dasar: Komponen Kunci & Pemeriksaan Kompatibilitas
Sebelum terjun ke dalam integrasi, sangat penting untuk menyelaraskan modul kamera MIPI Anda dan papan FPGA pada tiga dimensi inti: dukungan protokol, spesifikasi perangkat keras, dan persyaratan daya.
1.1 Varian Protokol MIPI & Kompatibilitas FPGA
Sebagian besar modul kamera modern menggunakan MIPI CSI-2 (Camera Serial Interface 2) dengan lapisan fisik D-PHY atau C-PHY. FPGA dari vendor terkemuka seperti Xilinx, Lattice, dan Smart Crystal (Zhiduojing) menawarkan dukungan asli untuk protokol ini melalui inti IP khusus:
• D-PHY vs. C-PHY: D-PHY menggunakan 1–4 jalur data diferensial (masing-masing hingga 1.5Gbps) dan satu jalur jam, ideal untuk FPGA mainstream seperti Xilinx Zynq atau Lattice CrossLink. C-PHY, dengan 1–3 trio (masing-masing setara dengan 1.8Gbps), cocok untuk kamera resolusi tinggi tetapi memerlukan FPGA dengan IP C-PHY (misalnya, Xilinx Versal).
• Ketersediaan IP Core: Subsystem IP Penerima MIPI CSI-2 Xilinx mengintegrasikan D-PHY, pengontrol CSI-2, dan antarmuka AXI secara mulus, sementara Smart Crystal menyediakan inti IP CSI-2 RX/TX plug-and-play untuk seri FPGA SA5T-100/SA5Z-30.
1.2 Spesifikasi Perangkat Keras yang Kritis
• Persyaratan Bank I/O: Gunakan bank I/O Kinerja Tinggi (HP) untuk sinyal MIPI untuk memastikan integritas sinyal. Misalnya, FPGA Smart Crystal memerlukan bank HP untuk mode HS (Kecepatan Tinggi) dan referensi tegangan tertentu (VREF = 0.6V).
• Sinkronisasi Jam: Jam HS MIPI (yang berasal dari kamera) dan jam sistem FPGA harus disinkronkan melalui modul PLL/DLL. Untuk pengaturan dual-kamera, gunakan jam referensi bersama untuk menghindari ketidaksesuaian frame.
• Isolasi Domain Daya: Domain daya terpisah untuk saluran MIPI (misalnya, VCCIO independen) mencegah gangguan silang, terutama pada FPGA Lattice CrossLink yang digunakan untuk konfigurasi dual-MIPI.
2. Kerangka Integrasi Langkah-demi-Langkah
2.1 Desain Perangkat Keras & Optimasi Tata Letak
Lapisan fisik adalah kunci untuk integrasi MIPI-FPGA. Ikuti pedoman yang telah divalidasi oleh vendor ini:
1. Pengaturan Jalur Pasangan Diferensial: Rute jalur data/clock MIPI sebagai pasangan diferensial 100Ω, menjaga panjang jejak yang cocok (±5mm) untuk meminimalkan skew. Hindari pengaturan jalur berdekatan dari dua saluran MIPI—gunakan strip isolasi GND.
2. Resistor Terminasi: Tempatkan resistor pull-up/down 100Ω dalam jarak 5mm dari pin FPGA. Desain referensi Smart Crystal menentukan jaringan resistor yang tepat untuk FPGA seri SA5-nya.
3. Pemilihan Konektor: Gunakan konektor yang disetujui MIPI (misalnya, Samtec FCI) dan kabel terlindung untuk transmisi jarak jauh (melebihi 10cm). Untuk integrasi NVIDIA Jetson AGX, pertimbangkan kartu adaptor kustom seperti VC-MIPI-AGX untuk konektivitas Type-C 3.0.
2.2 Konfigurasi Inti IP & Pengaturan Perangkat Lunak
Manfaatkan inti IP vendor FPGA untuk menghindari implementasi protokol tingkat rendah. Berikut adalah alur kerja yang tidak bergantung pada vendor:
1. Instansiasi Inti IP:
◦ Untuk FPGA Xilinx: Konfigurasikan Subsystem Penerima MIPI CSI-2 melalui Vivado. Atur parameter seperti jumlah jalur (1–4), format piksel (RAW12, RGB888), dan lebar antarmuka AXI4-Stream. Aktifkan ECC (Kode Koreksi Kesalahan) dan CRC (Pemeriksaan Redundansi Siklik) untuk integritas data.
◦ Untuk Smart Crystal FPGAs: Gunakan konfigurator IP grafis untuk mengatur level mode HS/LP (Low-Power) (misalnya, LVDS18 untuk HS, HSUL12 untuk LP di SA5T-100).
1. Keterbatasan I/O: Tentukan standar I/O di alat sintesis Anda (Vivado, Lattice Diamond):
Model FPGA | HS Mode IO Standard | LP Mode IO Standard |
Smart Crystal SA5T-100 | LVDS18 | HSUL12 |
Lattice CrossLink | LVDS25 | LVCMOS25 |
Xilinx Zynq 7000 | LVDS18 | LVCMOS18 |
Pastikan batasan untuk penghentian diferensial (DIFF_TERM = TRUE) dan kompensasi keterlambatan input/output (IO_DELAY). |
|
|
2. Integrasi Jalur Data: Hubungkan inti IP MIPI ke logika pemrosesan FPGA melalui AXI4-Stream atau antarmuka video asli. Misalnya, di FPGA Xilinx, port s_axis_tdata membawa data piksel, sementara s_axis_tlast menandakan akhir dari sebuah baris.
2.3 Pengujian & Validasi
1. Pemeriksaan Integritas Sinyal: Gunakan IBERT (Penguji Tingkat Kesalahan Bit Terintegrasi) untuk memvalidasi tautan MIPI. Jika BER (Tingkat Kesalahan Bit) melebihi 1e-12, sesuaikan panjang jejak atau resistor terminasi.
2. Pengujian Fungsional:
◦ Tangkap bingkai uji untuk memverifikasi transfer data (misalnya, 1080p60 untuk RGB888 atau 4K60 untuk format Bayer 8-bit).
◦ Validasi mode daya rendah: Pastikan transisi status LP-01 (HS-REQ) berfungsi dengan benar untuk mengurangi konsumsi daya selama periode tidak aktif.
3. Optimisasi Lanjutan: Latensi Rendah & Sinkronisasi Dual-Kamera
3.1 Teknik Pengurangan Latensi
MIPI-FPGA latensi berasal dari dua sumber: keterlambatan pengontrol (20–50ns) dan keterlambatan PHY (10–30ns). Optimalkan dengan strategi ini:
• Lewati Pemrosesan yang Tidak Perlu: Gunakan format Bayer alih-alih RGB888 untuk mengurangi bandwidth sebesar 66%, memungkinkan transmisi 4K60 dengan latensi minimal.
• Optimisasi Jam: Tingkatkan jam sistem FPGA (misalnya, 200MHz) dan gunakan MMCM (Manajer Jam Mode Campuran) untuk mengunci fase jam MIPI.
• Desain Pipeline: Terapkan ISP (Pengolahan Sinyal Gambar) paralel di FPGA untuk menghindari kemacetan CPU. Pipeline ISP FPGA Efinix Ti60 mengurangi latensi menjadi <1ms untuk aliran 1080p120.
3.2 Sinkronisasi Saluran Dual-MIPI
Untuk visi stereo atau pengaturan multi-kamera, gunakan fitur manajemen jam Lattice CrossLink:
1. Sinkronisasi PLL: Umpankan kedua saluran MIPI dari output PLL yang sama untuk menyelaraskan fase jam. Ini memastikan waktu yang konsisten di seluruh saluran, yang merupakan persyaratan dasar untuk pengambilan data yang disinkronkan.
2. Logika Sinkronisasi Frame: Terapkan logika sinkronisasi khusus untuk memicu pengambilan data hanya ketika sinyal valid frame dari kedua saluran aktif secara bersamaan. Logika ini beroperasi pada tepi jam sistem FPGA: setelah reset, ia diinisialisasi ke keadaan tidak aktif, dan bertransisi ke aktif hanya ketika kedua sinyal valid saluran terdaftar tinggi. Ini mencegah offset frame yang disebabkan oleh peristiwa pemicu asinkron, mirip dengan cara penyisipan koheren (teknik yang menggunakan kode sinkronisasi untuk menandai batas frame) beroperasi dalam transmisi data.
3. Isolasi Daya: Tetapkan setiap saluran ke domain daya terpisah dan gunakan pin GND sebagai buffer isolasi untuk menghilangkan crosstalk. Ini melengkapi sinkronisasi tingkat sinyal dengan mencegah gangguan listrik antara saluran.
4. Memecahkan Masalah Umum
Masalah | Akar Penyebab | Solusi |
Ketidaksesuaian Bingkai | Sumber jam yang tidak disinkronkan | Gunakan referensi PLL umum; terapkan logika frame_sync |
High BER (>1e-10) | Integritas sinyal yang buruk | Sesuaikan panjang jejak; tambahkan pelindung; pindahkan resistor terminasi |
Kesalahan Konfigurasi Inti IP | Jumlah jalur yang tidak cocok/format piksel | Rekonfigurasi inti IP dengan spesifikasi kamera (periksa lembar data untuk ID CSI-2) |
Kegagalan Memuat Driver (Jetson AGX) | Driver yang tidak ditandatangani | Kompilasi ulang kernel Jetson dengan tanda tangan driver kustom |
5. Contoh Aplikasi Dunia Nyata: Integrasi FPGA-ISP-MIPI
Efinix Ti60 FPGA (16nm) menunjukkan integrasi tingkat produksi dengan kamera Sony IMX472:
1. Perangkat Keras: Kartu adaptor Ti60 FPGA + VC-MIPI-AGX + kabel Type-C 3.0 (lebar pita 6Gbps).
2. Perangkat Lunak: Lattice Radiant untuk konfigurasi IP + jalur ISP kustom (penghilangan noise, keseimbangan putih) diimplementasikan melalui logika perangkat keras.
3. Hasil: Transmisi 4K60 Bayer 8-bit dengan latensi 0,8ms, kompatibel dengan NVIDIA Jetson AGX Orin.
Kesimpulan
Mengintegrasikan modul kamera MIPI dengan papan FPGA memerlukan pendekatan yang seimbang terhadap desain perangkat keras, konfigurasi inti IP, dan optimasi. Dengan mengikuti praktik terbaik yang spesifik untuk vendor (misalnya, jaringan resistor Smart Crystal, integrasi AXI Xilinx) dan fokus pada integritas sinyal dan latensi, insinyur dapat membangun sistem yang kuat untuk aplikasi pencitraan berkinerja tinggi. Kunci keberhasilan terletak pada memvalidasi setiap lapisan—dari perutean fisik hingga pengujian fungsional—dan memanfaatkan fleksibilitas FPGA untuk beradaptasi dengan spesifikasi kamera MIPI yang beragam. Seiring dengan perkembangan AI tepi dan visi mesin, integrasi ini akan tetap penting untuk membuka kemampuan pemrosesan gambar waktu nyata yang hemat daya.